This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 09 November 2011

Hutan temperate (hutan 4 musim)

Hutan temperate berada di kawasan Eropa yang memiliki empat musim yakni panas, gugur, dingin (salju), dan semi. Hutan di kawasan itu tak rimbun, daunnya tak selalu hijau. Semak belukar dan rumput juga jarang. Jadi hutan temperate mirip deretan pohon semata, tanpa semak dan rumput.

Beberapa jenis tanaman di antaranya pohon oak, beech, dan pohon mappel yang enak dijadikan sirup. Pohon di hutan temperate tak tumbuh sepanjang tahun. Pada musim semi dan panas, mereka berkesempatan menggemukkan badan. Namun memasuki musim gugur dan salju, mau tak mau pohon-pohon itu harus “istirahat”. Jadi pertumbuhannya tak secepat hutan tropis.

Hutan boreal berada di kawasan kutub, di antaranya Alaska, Kanada, Rusia, Swedia, Norwegia, dan Finlandia. Kutub adalah lingkungan yang keras. Salju dan hawa dingin menyelimuti kawasan itu hampir sepanjang musim. Pada musim dingin mencapai minus 50 derajat celcius.

Karena sinar matahari langka, tumbuhan sulit melakukan fotosintesis. Makanya pohonnya kecil dan kerdil. Meski bernama hutan, belum tentu ada pohonnya. Adakalnya hanya berupa hamparan rumput tanpa pohon. Mendekati pusat kutub bahkan hanya ada tumbuhan sejenis lumut. Meski demikian, para ahli tetap menamainya sebagai hutan (forest). Hutan di kutub di antaranya sabana (padang rumput), tundra, taiga (pohon jarum dan lumut), serta steppes.

Hutam berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Perubahan fungsi menjadi hutan produksi (pinus, karet, jati) atau disulap menjadi perkebunan, pemukiman atau kawasan indutri membawa bencana bagi manusia, di antaranya pemanasan global, dan banjir, dan tanah longsor.

Sejarah sedotan


Sebelum sedotan buatan ditemukan, orang menggunakan batang pohon gandum untuk menyedot minuman. Anak-anak di Indonesia mungkin menggunakan batang padi. Tahun 1880-an, seorang pemilik pabrik kertas rokok di Amerika Serikat bernama Marvin C Stone membuat sedotan yang pertama. Selembar kertas digulung pada sepotong pensil, kemudian dilem. Sayang belum bisa digunakan karena basah bila terkena air.
Dia kemudian menggunakan kertas manila yang dilapisi lilin sehingga tahan air. Stone memang jeli membidik peluang. Dia meneliti ukuran ideal sebuah sedotan. Menurutnya, sebaiknya panjang sedotan sekitar 21,25 cm menyesuaikan jarak meja dengan bibir. Adapun diameter lubang lebih kecil dari biji lemon. Ini untuk menghindari biji jeruk turut terisap dari minuman.
Temuan sepele ini memperoleh paten pada 3 Januari 1888. Stone banting stir, mengubah pabrik kertas rokok miliknya menjadi pabrik sedotan. Tak lama kemudian dia berhasil menciptakan mesin otomatis, sedotan tak lagi buatan tangan. Dengan produksi massal, dia memperoleh keuntungan besar.
Kini penggunaan sedotan semakin luas. Bentuk dan modelnya beragam, termasuk yang bisa dibengkokkan. Dokter dan laboran menggunakan sedotan kaca untuk mengambil obat agar tak terkontaminasi tangan dan udara kotor.
Tahun 2006 ilmuwan Denmark bernama Torben Vestergaard Frandsen menciptakan apa yang disebut dengan lifestraw (sedotan kesehatan). Bentuknya sama, namun di bagian tengah dibuat mblenduk. Bagian itu berisi saringan, iodium, dan karbon aktif. Meski yang disedot air kotor, setelah melewati penyaring menjadi bersih dan bebas bakteri. Konon aman untuk minum dari air sungai yang kotor.
Sedotan kesehatan dijual 3,5 dolar (sekitar 32 ribu rupiah) perbiji. Mahal juga ya? Namun bisa digunakan berulang-ulang hingga kapasitas 700 liter atau masa pakai enam bulan hingga setahun.
Saat ini sedotan menghadapi isu lingkungan. Masyarakat modern cenderung menghindari perkakas plastik karena merupakan partikel nonreversible (tak bisa diurai) sehingga mencemari lingkungan. Para pengguna juga khawatir, bahan plastik yang bermutu rendah membahayakan kesehatan. Terutama saat digunakan pada air panas, zat-zat beracun larut kemudian terminum. Dampaknya adalah penyakit kanker yang mematikan.

Hutan gambut di indonesia



Semula para pakar tanah dari Eropa berpendapat bahwa gambut tidak akan ditemukan di daerah tropika (seperti Indonesia) yang mempunyai temperatur tinggi, dengan alasan bahan organik dari tetumbuhan akan cepat terdekomposisi oleh jasad renik dan tidak terlonggok di daerah beriklim panas. Akan tetapi dugaan tersebut ternyata tidak benar, karena Bernelot Moens dan Van Vlaardingen pada tahun 1865 menemukan gambut di Karesidenan Besuki dan Rembang. Hasil ekspedisi Yzerman di Sumatra tahun 1895 juga melaporkan adanya gambut di daerah Siak, bahkan pada tahun 1794 John Andersen telah menyebutkan bahwa di Riau terdapat gambut (Soepraptohardjo dan Driessen, 1976). Kemudian baru pada tahun 1909 Potonie dan Kooders mengumumkan bahwa di Indonesia telah diketemukan gambut pada berbagai tempat (Wirjodihardjo dan Kong, 1950).

Berikut adalah proses pembentukan gambut:

Gambut terbentuk karena pengaruh iklim terutama curah hujan yang merata sepanjang tahun dan topografi yang tidak merata sehingga terbentuk daerah-daerah cekungan, Menurut Köppen, gambut banyak terdapat di daerah dengan tipe iklim Af dan Cf dengan curah hujan lebih daripada 2500 mm/tahun tanpa ada bulan kering. Dengan demikian vegetasi hutan berdaun lebar dapat tumbuh dengan baik, sehingga menghalangi masuknya sinar matahari yang akhirnya menyebabkan kelembaban tanah sangat tinggi. Ketinggian daerah tersebut biasanya kurang daripada 50 meter di atas permukaan air laut (berupa dataran rendah), tetapi dapat juga terdapat di dataran tinggi dengan ketinggian lebih daripada 2000 meter di atas permukaan air laut dengan bentuk wilayah datar sampai bergelombang dengan suhu rendah. Pada daerah 5 cekungan dengan genangan air terdapat longgokan bahan organik. Hal ini disebabkan suasana yang langka oksigen menghambat oksidasi bahan organik oleh jasad renik, sehingga proses hancurnya jaringan tanaman berlangsung lebih lambat daripada proses tertimbunnya. Dengan demikian terbentuklah gambut. Karena adanya kelebihan lengas atau penggenangan air di daerah cekungan dengan pengatusan buruk maka bahan organik yang terlonggok akan lambat terurai sehingga terbentuklah gambut tebal. Pelapukan yang berlangsung sebagian besar dilaksanakan oleh agensia anaerob, ganggang dan jasad renik lainnya. Tentang pembentukan gambut di Indonesia, pada zaman pleistosen permukaan laut turun kurang lebih 60 meter di bawah permukaan air laut sekarang. Pada waktu itu bagian timur Sumatra, Malaysia, bagian barat dan selatan Kalimantan di hubungkan oleh selat Sunda, sedangkan bagian selatan Irian Jaya menempati sebagian dari selat Sahul. Kemudian selama zaman holosin daerah-daerah ini secara berangsur-angsur digenangi air laut. Naiknya permukaan air laut menyebabkan naik pula permukaan air tanah di daerah pedalaman, maka lokasi dimana air laut tidak dapat lagi ke daratan akan terbentuk rawa. Pada cekungan-cekungan terjadi proses longgokan bahan organik yang berasal dari vegetasi rawa sehingga terbentuklah
gambut. Pada cekungan yang dalam secara berangsur-angsur terjadi penimbunan bahan organik sehingga akan terbentuk gambut tebal. Longgokan bahan organik tersebut tidak homogin melainkan berlapis-lapis.
Watak gambut tergantung kepada macam vegetasi, iklim dan keadaan lingkungan yang mendukungnya. Setiap generasi tumbuhan yang tumbuh menyusul tumbuhan sebelumnya akan meninggalkan lapisan demi lapisan sisa bahan organik yang diendapkan dalam paya dan rawa. Susunan urutan lapisan itu berubah jika ada tumbuhan air disusul buluh dan rumput tertentu kemudian semak-semak rawa dan akhirnya pepohonan hutan dengan tumbuhan alasnya yang menempati bagian di atas lapisan gambut. Berdasarkan masyarakat tumbuhnya, gambut dibedakan kedalam tiga jenis, yaitu gambut paya, gambut rawa dan gambut bog, sedangkan berdasarkan tingkat dekomposisinya, gambut dibedakan menjadi 4 yaitu gambut seratan (gambut mentah yang paling sedikit terombak atau fibrik), gambut lembaran (folik) yang terdiri atas dedaunan dan ranting-ranting yang terombak sebagian (merupakan busukan atau seresah), gambut hemik (terombak sedang), dan gambut saprik (terombak paling matang). FAO-UNESCO (1974), memilahkan gambut menjadi tiga bagian yaitu gambut subur, gambut tidak subur dan gambut permafrost dan 6 berdasarkan faktor pembentuknya, gambut dipilahkan menjadi gambut ombrogen, gambut topogen dan gambut pegunungan (Darmawijaya, 1980).

Biogeografi dan sosioantropologi


A. Karakteristik Biogeografi dan Sosioantropologi

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari pola distribusi tumbuhan dan hewan dengan menggunakan pendekatan analisis spatial (mengacu pada posisi, obyek, dan hubungan diantaranya dalam ruang bumi, termasuk permukaan bumi, dibawah permukaan bumi, perairan, kelautan dan bawah atmosfir), atau Biogeografi adalah Penyebaran tumbuh-tumbuhan dan binatang secara geografis di muka bumi.
Pada awalnya konsep biogeografi banyak mendapatkan kritik karena jarang sekali menyentuh faktor-faktor lingkungan alam lainnya dalam satu ekosistem dan faktor manusia dengan aktivitasnya terhadap terjadinya pola distribusi tumbuhan dan hewan tersebut. Hal ini kemudian dipandang sebagai satu kelemahan mendasar dari konsep biogeografi. Karena itu, dalam perkembangan selanjut­nya biogeografi mulai menyentuh faktor-faktor ekosistem dan kegiatan-kegiatan manusia untuk memahami pola distribusi organisme mahluk hidup (tumbuhan dan hewan) dalam suatu lingkungan geografi pada masa lalu dan pada saat ini. Bersamaan dengan perkembangan tersebut kemudian muncul istilah baru yang dikenal sebagai konsep Bioregion.
Bioregion Jawa Barat merupakan Kawasan/lingkungan fisik wilayah Jawa Barat yang pengelolaanya tidak ditentukan oleh batasan politik dan administrasi, tetapi oleh batasan geografi, komunitas manusia serta system ekologi. Dengan demikian, bioregion jugamempunyai pengertian ekoregion, yaitu pengelolaan kawasan yang didasarkan pada prioritas ekosistem dan habitat alami setempat.
Sosioantropologi diambil dari kata “Society/social’ (masyarakat) dan “Antropologi”. Antropologi adalah suatu ilmu yang memahami sifat-sifat semua jenis manusia secara lebih banyak. Studi antropologi selain untuk kepentingan pengembangan ilmu itu sendiri, di negara-negara yang telah membangun sangat diperlukan bagi pembuatan-pembuatan kebijakan dalam rangka pembangunan dan pengembangan masyarakat. Antropologi secara garis besar dipecah menjadi dua bagian, yaitu antropologi fisik/biologi dan antropologi budaya.
Dengan demikian Sosioantropologi adalah suatu ilmu yang mengkaji sifat-sifat dan hubungan antar masyarakat serta kebudayaannya.
Masyarakat (society) dan kebudayaan (culture) saling bergantung satu sama lain. Masyarakat tidak mungkin merupakan satu kesatuan fungsional tanpa kebudayaan. Demikian pula sebaliknya. Individu-individu hanya sebagai medium ekspresi kebudayaan dan melangsungkannya dengan pendidikan terhadap generasi berikutnya.

B. Pola/gaya hidup yang sesuai dengan karakteristik biogeografi
            Dulu, indonesia dikenal sebagai sebuah negri yang subur. Negri kepulauan yang membentang di sepanjang garis khatuliwistiwa yang ditafsirkan ibarat untaian zambrut berkilauan sehingga membuat penghuninya merasa tenang, nyaman, damai dan makmur.
Namun, seiring zaman indonesia tidak lagi nyaman untuk dihuni. Tanahnya jadi gersang dan tandusjika kita lihat dari tahun ke tahun indonesia hanya menuai bencana, banjir bandang, tanah longsor, tsunami, atau kekeringan. Untuk itu kita para penerus yang akan datang harus memiliki pola hidup yang sesuai dengan karakteristik biogeografi agar negri kita tetap subur, berikut contoh gaya hidup :

  1. Pola/Gaya Hidup yang sesuai :
·         Kebiasaan gotong royong
·         Kekeluargaaan
·         Hidup sederhana

  1. Pola/Gaya hidup yang tidak sesuai :
·         Biat tekor asal sohor
·         Individualistis
·         Membuang sampah dimana saja
·         Merusak fasilitas umum


Pembiasaan pola hidup yang sesuai dengan karateristik Biogeografi dan sosioantropologi
·         Membuang sampah pada tempatnya
·         Menangkap burung-burung untuk dibudidayakan
·         Menanam tanaman
·         Tidak membuang limbah sembarangan
·         Memelihara kebersihan lingkungan

C. keanekaragaman sumber daya alam
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.
Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun proses evolusi. Asal muasal kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa archaea, bakteri, protozoa, dan organisme uniseluler lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat, namun secara periodik dan eventual juga terjadi kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, iklim, dan luar angkasa.
Mensyukuri keanekaragaman sumber daya alam yang dimiliki oleh negara kita perlu kita laksanakan bukan hanya sebatas teori belaka yang digembar-gemborkan oleh para tokoh sosial ataupun pemerintah. Perlu penagaran dengan jelas dalam rangka menjaga sumber daya alam ini, sebelum kita menginjak pada pembahasan yang lebih jauh maka kita harus mengetahui beberapa sumber daya alam yang ada di Indonesia, yaitu sebagai berikut :
Sumber daya alam materi yang dimanfaatkannya adalah sumber materi tersebut.
1. SDA hayati ialah SDA yang berbentuk makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan.
2. SDA energi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah energi yang terkandung didalamnya.
3. SDA ruang yaitu ruang atau tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya.
4. SDA waktu adalah sumber daya alam yang tidak dapat berdiri sendiri tetapi terkait pemanfaatannya dengan sumber daya lain.
Kelima sumber daya alam di atas sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Sumber daya alam yang dimiliki oleh negara kita sanagt beraneka ragam yang terdiri dan berbagai sumber daya sumber daya alam yang dapt kita manfaatkan dan diantaranya adalah sebagai berikut :


1. Sumber Daya Alam Perairan
Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai perairan yang sangat luas. Di dalam laut yang luas itu terdapat sumber daya alam yang tidak ternilai harganya, bayangkan di dalam laut terkandung berbagai jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis. Laut bisa digunakan sebagai tempat budi daya laut rumput laut dan karang mutiara, air laut bisa diubah menjadi garam. Jauh di dasar laut terdapat berbagai tambang bahkan fenomena laut merupakan aset parawisata yang potensial. Lihatlah betapa besarnya potensi lautan dengan banyak ikan-ikan yang terjual di pasaran mungkin negara lain belum tentu dapat menyediakannya dan SDA (Sumber DayaAlam) perairan meliputi :

2. Perikanan
Laut kita banyak menyediakan ikan yang bagus dijaga kelestariannya artinya tidak merusak kekayaan yang terdapat didalamnya. Air yang terlampau hangat tidak ditumbuhi plankton yang menjadi makanan banyak ikan. Namun, air laut yan terlampau dingin pun tidak disukai. Tempat hidup yang sesuai adalah perairan tempat pertemuan arus hangat dan arus dingin, pertemuan arus hangat dan arus dingin ini disebut upwelling. Negara Indonesia mempunyai iklim yang stabil antara musim panas dan dingin dan upwelling dengan periode yang silih berganti (alternating), karena kenaikan air (upwelling) pada musim timur disusul oleh penenggelaman air permukaan (down upwelling) pada musim barat. Contoh, laut Banda Aceh, laut Arafuru, selat Makasar, laut Halmahera, laut Maluku, selat Jawa, serta akhir-akhir ini sampai pada utara Papua.

3. Pertambangan dan Energi
Beberapa sumber daya alam seperti, minyak, mineral dan logam berada di bawah laut, selain itu masih banyak kekayaan yang bisa dimanfaatkan air laut sekurang-kurangnya mengandung 80 unsur. Unsur tersebut antara lain unsurnya adalah uranium, mangan, karbon, belerang dan sebagainya. Unsur yang paling dominan adalah klorin dan natrium. Beberapa negara telah memanfaatkannya, seperti mendirikan pabrik ekstraksi uranium dan penambangan bentil mangan. Bukan hanya unsur-unsur mineral yang bisa dimanfaatkan bahkan air laut pun dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga gelombang. Air laut yang asin pun dapat dibuat menjadi tawar di pabrik penawaran air. Banyak sekali bukan kekayaan alam yang ada di laut?


4. Sumber Saya Alam di Wilayah Daratan
Daratan juga menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Daratan menyediakan tempat bagi kita untuk membangun tempat tinggal serta melakukan kegiatan untuk mencukupi kebutuhan sebagaian besar kebutuhan itu pun tersedia di daratan dan sumber daya alam yang tersedia di daratan antara lain :
Dari penjelasan tadi menggambarkan bahwa Indonesia itu adalah negara kaya akan sumber daya alam. Lalu bagaimanakah dengan sumber daya manusianya?
Dan pertanyaan di atas menunjukan objek negara yaitu ruang lingkup antropologi yang terdiri dari perilaku masyarakat dalam membina sumber daya alam tersebut. Disini sangat berperan penting adanya sumber daya manusia yang produktif dalam menjaga dan memelihara kekayaan negara. Jika kita berbicara dengan sumberdaya manusia pasti hubungannya tidak lain kecuali pendidikan dalam memupuk dan menciptakan generasi yang dapat memanfaatkan sumber kekayaan negara.
Perlunya kesadaran terhadap pendidikan dan menumbuhkan rasa nasionalisme yang berkepanjangan karena tanpa itu semua kita mudah dibodohi oleh pihak luar (eksternal) yang mungkin mengambil kekayaan negeri kita. Pengaruh kurangnya sumber daya manusia terhadap sumber daya alam adalah sebagai berikut :
Sumber daya alam menjadi bencana, contoh air menjadi banjir akibat peluapan karena sampah di sungai.
Mudahnya para pelacak kekayaan negara mengambil sumber daya alam tanpa bertanggungjawab.
Kualitas sumber daya alam tidak berkembang.
Stabilitas ekonomi terhambat.
Inflasi meningkat yang menyebabkan terjadi kelaparan di mana-mana.
Dan hal di atas begitu pentingnya pendidikan dalam mengisi jiwa para genarasi muda dengan ilmu pengetahuan dalam memelihara kekayaan negara.
Memasuki abad ke-21 pendidikanindonesia dalam Era Globalisasi sekarangini,banyak ketinggalan di banding negara-negara maju seperti Amerika serikat yang merupkan negara nomor satu di dunia.ketinggalan ini dapat kita rasakan dalam arus kehidupan ini yang terus berubah mengikuti zaman.