This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan sekolah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juni 2012

Macam-macam Antibodi Immunoglobulin

kutipan http://dunianyasari.blogspot.com



Antibodi atau Immunoglobulin merupakan sistem pertahanan tubuh lapis ketiga yang bersifat spesifik. Fungsinya adalah merespon antigen yang dihasilkan oleh mikroorganisme parasit yang masuk ke dalam tubuh mahluk hidup. Fungsinya sangat spesifik dan hanya merespon terhadap antigen-antigen tertentu saja. Berikut adalah mbermacam-macam jenis Immunoglobulin

Immunoglobulin

Immunoglobulin G ( Ig G )
  • Merupakan satu-satunya immunoglobulin yang mampu melewati plasenta
  • Merupakan kekebalan pasif dari ibu kepada anaknya sera merupakan pertahanan utama untuk bayi pada minggu-minggu pertama dalam kehidupannya ( dari kolustrum)

Immunoglobulin M ( Ig M )
  • Disintesis pertama kali sebagai stimulus terhadap antigen
  • Tidak dapat melalui plasenta

Immunoglobulin A ( Ig A )
  • Ditemukan dalam sekresi eksternal. Contoh pada mukosa saluran nafas, intestinal, urin, genital, saliva, air mata dll
  • Dapat menetralisir virus dan menghalangi penempelan bakteri pada sel epitelium

Immunoglobulin D ( Ig D )
  • Melekat pada permukaan luar sel limfosit B
  • Berfungsi sebagai reseptor antigen sel limfosit B dan penting bagi aktivitas sel limfosit B tersebut.

Immunoglobulin E ( Ig E )
  • Disekresikan oleh sel plasma di kulit, mukosa dan tonsil
  • Mengakibatkan sel melepaskan histamin dan berperan dalam reaksi alergi
Reaksi Ig E terhadp alergen/ antigen



Jumat, 01 Juni 2012

Politik Negara


A. Pengertian sistem Politik 

1. Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi.
2. Pengertian Politik 
Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “
 polis”
yang artinya Negara kota.Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam Negara/kehidupan Negara.
Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan,dasar dasar pemerintahan, ataupun dalam hal kekuasaan Negara. Politik pada



Peran Penting Sejarah dalam Sistem Politik Indonesia

Peran penting sejarah dalam memahami sistem politik sangat berkaitandengan faktor lingkungan. Perubahan lingkungan sebagai batas ruang lingkup sistem politik merupakan hasil bentukan budaya yang terdapat di dalam maupun di luar sistem.Budaya sendiri merupakan peristiwa sejarah yang menggambarkan pola perilaku, cita rasa, yang dirasakan, ditanamkan, diwariskan, dari generasi satu kegenerasi lainnya. Dengan demikian sangatlah naif apabila kita menganalisa sistem politik sekarang tanpa paham akar sejarahnya. Karena yang akan kita dapatkanhanyalah analisa sempit yang tidak dapat memberikan sumbangsih bagi kepentingan perbaikan sistem politik di masa depan.Pendekatan historical institutionalism analysis yang dikemukakan oleh PaulPierson dan Theda Scockpol (2000), ilmuwan politik dari Harvard University,merupakan alternatif pendekatan teori politik behavioralisme dan rasionalisme yangsangat mengutamakan metodologi empirik dalam mengamati perubahan pada pemerintahan, politik, dan kebijakan publik. Menurut Scockpol, ciri dari pendekatanhistorical institutionalisme terletak pada upaya mencari jawaban terhadap pertanyaan besar dan substantif yang biasanya menjadi perhatian publik maupun para ilmuwan politik.Sebagai contoh, behavioralis terkadang luput mengamati bahwa keseragaman pola tingkah laku individu dalam berpartisipasi secara sukarela dalam suatuorganisasi atau mencoblos dalam pemilihan umum, dapat berbeda maknany.
tergantung dari organisasi atau institusi apa yang dipilih pada satu negara ataupun periode tertentu.Berbeda dengan dua pendekatan sebelumnya, historical institusionalmemandang penting penting artinya waktu, mengkhusukan pada alur berpikir danmelacak transformasi dan proses dari berbagai ukuran dan waktu. Pendekatan inimengalanisis konteks dan hipotesis makro tentang perpaduan dampak dari institusidan proses daripada hanya mempelajari satu institusi pada satu periode waktu sajadalam rangka memahami pemerintahan, politik, dan kebijakan publik. Oleh karenaitu, pendekatan historical institusional tidak ragu untuk menggali sejarah sebagai pelengkap pendekatan yang fokus pada analisis data dalam periode waktu singkat.
Pentingnya sejarah juga diakui oleh para Indonesianis (ahli Indonesia) sepertiHerbert Feith, dalam mempelajari sistem politik Indonesia. Dalam mengaplikasikansejarah dalam sistem politik Indonesia, Feith menggunakan teori sistem struktural-fungsional dengan empat pendekatan, antara lain:1.Masa sebelum tahun 1950-an, mempelajari Indonesia dari sudut politik danadministrasi kolonial, termasuk organisasi dan perjuangan politik kaum bumiputra,2.Masa pemerintahan Soekarno, tahun 1950-an sampai pertengahan tahun 1960-an, ahli politik Indonesia asal Amerika Serikat, J. Kahin, menawarkan konsep baru dengan berfokur pada tingkah laku politik kaum bumiputera dalamgerakan nasionalisme dan revolusi,3.Masa setelah tahun 1960-an, dengan tokohnya Clifford Geertz, mempelajarisifat-sifat dari tingkah laku politik anggota masyarakat yang lebih luas.Konsep Geertz mengaplikasikan pendekatan
sosio-kultural terhadap budayamasyarakat jawa dan kaitannya dengan partai politik, melahirkan konsep“politik aliran,”4.Feith pada akhirnya menggabungkan pendekatan Kahin dengan “mempelajari perkembangan tingkah laku politik elit Indonesia dalam kerangka sejarah,dengan analisa
semi-fungsional terhadap pertanyaan pokok,
Sehingga, dalam mempelajari sistem politik Indonesia masa sekarang, perlumengetahui peranan institusi-institusi dalam masa transisi pemerintahan Indonesia.Kegagalan sistem dalam pendekatan yang menggabungkan struktural-fungsional dansejarah, bukan merupakan tanggung jawab individu sebagai aktor penggerak suatulembaga, akan tetapi lebih karena pola yang terus menerus diwariskan atau lebihkeras, diindoktrinasikan, kepada sistem.Pada akhirnya, apabila sistem politik harus berubah, institusi-institusi yang ada perlu dirumuskan kembali tingkat kepentingan dan fungsinya di masa depan denganmemperhatikan
kegagalan-kegagalan mereka di masa lalu sebagai input. Singkatkata, input berupa desakan, tuntutan, dan dukungan lingkungan nasional daninternasional, seyogyanya memperhatikan latar belakang sejarah mengapa inputtersebut ada.


dasarnya menyangkut tujuan-tujuan masyarakat, bukan tujuan pribadi. Politik  biasanya menyangkut kegiatan partai politik, tentara dan organisasi kemasyarakatan.
Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah danmasyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikattentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.
                     
3. Pengertian Sistem Politik 
Menurut Drs. Sukarno, sistem politik adalah sekumpulan pendapat, prinsip,yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur  pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan caramengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara danhubungan Negara dengan Negara.

Sistem Politik menurut
 Rusadi Kartaprawira
adalah Mekanisme atau carakerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satusama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng

4. Pengertian Sistem Politik di Indonesia
Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umumtermasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilankeputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya.Politik adalah semua lembaga-lembaga negara yang tersebut di dalamkonstitusi negara 
(termasuk fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif ). DalamPenyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yangseimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur  politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuanmasyarakat/Negara. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalahLembaga-Lembaga Negara.
Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalamUUD 1945 yakni MPR, DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden, Mahkamah Agung,Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial. Lembaga-lembaga ini yang akan membuatkeputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum

Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol, Ormas, media massa,Kelompok kepentingan (Interest Group), Kelompok Penekan ( Presure Group),Alat/Media Komunikasi Politik, Tokoh Politik (Political Figure), dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politi,
melalui badan-badan inilahmasyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. Tuntutan dan dukungan sebagai inputdalam proses pembuatan keputusan. Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkankeputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat.




B. Proses Politik Di Indonesia

Sejarah Sistem politik Indonesia dilihat dari proses politiknya bisa dilihat darimasa-masa berikut ini:

- Masa prakolonial
- Masa kolonial (penjajahan)
- Masa Demokrasi Liberal
- Masa Demokrasi terpimpin
- Masa Demokrasi Pancasila

Masa ReformasiMasing-masing masa tersebut kemudian dianalisis secara sistematis dari aspek :
- Penyaluran tuntutan
- Pemeliharaan nilai
- Kapabilitas
- Integrasi vertikal
- Integrasi horizontal
- Gaya politik 
- Kepemimpinan
- Partisipasi massa
- Keterlibatan militer 
- Aparat negara
- Stabilitas

1.Masa prakolonial (Kerajaan)

- Penyaluran tuntutan – rendah dan terpenuhi
- Pemeliharaan nilai – disesuikan dengan penguasa
- Kapabilitas – SDA melimpah
- Integrasi vertikal – atas bawah
- Integrasi horizontal – nampak hanya sesama penguasa kerajaan
- Gaya politik – kerajaan
- Kepemimpinan – raja, pangeran dan keluarga kerajaan
- Partisipasi massa – sangat rendah
- Keterlibatan militer – sangat kuat karena berkaitan dengan perang
- Aparat negara – loyal kepada kerajaan dan raja yang memerintah
- Stabilitas – stabil dimasa aman dan instabil dimasa perang

2.Masa kolonial (penjajahan)
- Penyaluran tuntutan – rendah dan tidak terpenuhi
- Pemeliharaan nilai – sering terjadi pelanggaran ham
- Kapabilitas – melimpah tapi dikeruk bagi kepentingan penjajah
- Integrasi vertikal – atas bawah tidak harmonis
- Integrasi horizontal – harmonis dengan sesama penjajah atau elit pribumi
- Gaya politik – penjajahan, politik belah bambu (memecah belah)
- Kepemimpinan – dari penjajah dan elit pribumi yang diperalat
- Partisipasi massa – sangat rendah bahkan tidak ada
- Keterlibatan militer – sangat besar 
- Aparat negara – loyal kepada penjajah
- Stabilitas – stabil tapi dalam kondisi mudah pecah

3.Masa Demokrasi Liberal
- Penyaluran tuntutan – tinggi tapi sistem belum memadani
- Pemeliharaan nilai – penghargaan HAM tinggi
- Kapabilitas – baru sebagian yang dipergunakan, kebanyakan masi potensial
- Integrasi vertikal – dua arah, atas bawah dan bawah atas
- Integrasi horizontal- disintegrasi, muncul solidarity makers danadministrator 
- Gaya politik – ideologis
- Kepemimpinan – angkatan sumpah pemuda tahun 1928
- Partisipasi massa – sangat tinggi, bahkan muncul kudeta
- Keterlibatan militer – militer dikuasai oleh sipil
- Aparat negara – loyak kepada kepentingan kelompok atau partai
- Stabilitas - instabilitas

4.Masa Demokrasi terpimpin
- Penyaluran tuntutan – tinggi tapi tidak tersalurkan karena adanya Front nas
- Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM rendah
- Kapabilitas – abstrak, distributif dan simbolik, ekonomi tidak maju
- Integrasi vertikal – atas bawah
- Integrasi horizontal – berperan solidarity makers,
- Gaya politik – ideolog, nasakom
- Kepemimpinan – tokoh kharismatik dan paternalistik 
- Partisipasi massa – dibatasi
- Keterlibatan militer – militer masuk ke pemerintahan
- Aparat negara – loyal kepada negara
- Stabilitas – stabil

5.Masa Demokrasi Pancasila
- Penyaluran tuntutan – awalnya seimbang kemudian tidak terpenuhi karena fusi
- Pemeliharaan nilai – terjadi Pelanggaran HAM tapi ada pengakuan HAM
- Kapabilitas – sistem terbuka
- Integrasi vertikal – atas bawah
- Integrasi horizontal – nampak 
- Gaya politik – intelek, pragmatik, konsep pembangunan
- Kepemimpinan – teknokrat dan ABRI
- Partisipasi massa – awalnya bebas terbatas, kemudian lebih banyak dibatasi
- Keterlibatan militer – merajalela dengan konsep dwifungsi ABRI
- Aparat negara – loyal kepada pemerintah (Golkar)
- Stabilitas stabil
6.Masa Reformasi
- Penyaluran tuntutan – tinggi dan terpenuhi
- Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM tinggi
- Kapabilitas –disesuaikan dengan Otonomi daerah
- Integrasi vertikal – dua arah, atas bawah dan bawah atas
- Integrasi horizontal – nampak, muncul kebebasan (euforia)
- Gaya politik – pragmatik 
- Kepemimpinan – sipil, purnawiranan, politisi
- Partisipasi massa – tinggi
- Keterlibatan militer – dibatasi
- Aparat negara – harus loyal kepada negara bukan pemerintah
- Stabilitas – instabil

C. Sejarah Sistem Politik di Indonesia

Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi didalamnya. Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarahBangsa Indonesia tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif. Dalam proses politik biasanya di dalamnya terdapat interaksi fungsional yaitu proses aliran yang berputar menjaga eksistensinya. Sistem politik merupakan sistem yang terbuka,karena sistem ini dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki tantangan dan tekanan.
Dalam melakukan analisis sistem bisa dengan pendekatan satu segi pandangansaja seperti dari sistem kepartaian, tetapi juga tidak bisa dilihat dari pendekatantradisional dengan melakukan proyeksi sejarah yang hanya berupa pemotretansekilas. Pendekatan  yang harus dilakukan dengan pendekatan integratif yaitu  pendekatan sistem, pelaku-saranan-tujuan dan pengambilan keputusanProses politik mengisyaratkan harus adanya kapabilitas sistem.
Kapabilitassistem adalah kemampuan sistem untuk menghadapi kenyataan dan tantangan.Pandangan mengenai keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini berbeda diantara para pakar politik. Ahli politik zaman klasik seperti Aristoteles dan Plato dan diikutioleh teoritisi liberal abad  ke-18 dan 19 melihat prestasi politik diukur dari sudutmoral. Sedangkan pada masa modern sekarang ahli politik melihatnya dari tingkat prestasi ( performance level ) yaitu seberapa besar  pengaruh lingkungan dalammasyarakat, lingkungan luar masyarakat dan lingkungan internasional.
 Pengaruh ini akan memunculkan perubahan politik. Adapun pelaku perubahan politik bisa dari elit politik, atau dari kelompok infrastruktur politik dan darilingkungan internasional.Perubahan ini besaran maupun isi aliran berupa input dan output. Proesmengkonversi input menjadi output dilakukan oleh penjaga gawang (gatekeeper ).Terdapat 5 kapabilitas yang menjadi penilaian prestasi sebuah sistem politik :


1. Kapabilitas Ekstraktif, yaitu kemampuan Sumber daya alam dan sumber dayamanusia. Kemampuan SDA biasanya masih bersifat potensial sampai kemudiandigunakan secara maksimal oleh pemerintah. Seperti pengelolaan minyak tanah, pertambangan yang ketika datang para penanam modal domestik itu akanmemberikan pemasukan bagi pemerintah berupa pajak. Pajak inilah yangkemudian menghidupkan Negara
.2.Kapabilitas Distributif. SDA yang dimiliki oleh masyarakat dan negara diolahsedemikian rupa untuk dapat didistribusikan secara merata, misalkan sepertisembako yang diharuskan dapat merata distribusinya keseluruh masyarakat.Demikian pula dengan pajak sebagai pemasukan negara itu harus kembalididistribusikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah
.3.Kapabilitas Regulatif (pengaturan). Dalam menyelenggaran pengawasan tingkahlaku individu dan kelompok maka dibutuhkan adanya pengaturan. Regulasiindividu sering memunculkan benturan pendapat. Seperti ketika pemerintahmembutuhkan maka kemudian regulasi diperketat, hal ini mengakibatkanketerlibatan masyarakat terkekang.
4.Kapabilitas simbolik, artinya kemampuan pemerintah dalam berkreasi dan secaraselektif membuat kebijakan yang akan diterima oleh rakyat. Semakin diterimakebijakan yang dibuat pemerintah maka semakin baik kapabilitas simbolik sistem.
5.Kapabilitas responsif, dalam proses politik terdapat hubungan antara input danoutput, output berupa kebijakan pemerintah sejauh mana dipengaruhi olehmasukan atau adanya partisipasi masyarakat sebagai inputnya akan menjadiukuran kapabilitas responsif. kapabilitas dalam negeri dan internasional. Sebuahnegara tidak bisa sendirian hidup dalam dunia yang mengglobal saat ini, bahkansekarang banyak negara yang memiliki kapabilitas ekstraktif berupa perdagangan internasional. Minimal dalam kapabilitas internasional ini negara kaya atau berkuasa ( superpower ) memberikan hibah ( grants) dan pinjaman (loan) kepadanegara-negara berkembang.


Kamis, 03 Mei 2012

Jadwal kerja organ manusia

Ternyata tubuh kita memiliki jadwal tersendiri, dan setiap organ memiliki waktu-waktu tertentu untuk bekerja secara maksimal dan minimal. jadi, kalau kalian sudah baca, wajib di terapkan dan sesuaikan  kegiatan kita dengan waktu organ kita ya... selamat membaca!!!

LAMBUNG
Jam 07.00 – 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.
LIMPA
Jam 09.00 – 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak,minyak dan protein hewani.
JANTUNG
Jam 11.00 – 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .
HATI
Jam 13.00 – 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.
PARU-PARU
Jam 15.00 – 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.
GINJAL
Jam 17.00 – 19.00
Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.
LAMBUNG
Jam 19.00 – 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi
makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan.
LIMPA
Jam 21.00 – 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.
JANTUNG
Jam 23.00 – 01.00
Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.
HATI
Jam 01.00 – 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata.
Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.
PARU-PARU
Jam 03.00 – 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ, apabila terjadi batuk,bersin-bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.
USUS BESAR
Jam 05.00 – 07.00
Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.

Rabu, 09 November 2011

Biogeografi dan sosioantropologi


A. Karakteristik Biogeografi dan Sosioantropologi

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari pola distribusi tumbuhan dan hewan dengan menggunakan pendekatan analisis spatial (mengacu pada posisi, obyek, dan hubungan diantaranya dalam ruang bumi, termasuk permukaan bumi, dibawah permukaan bumi, perairan, kelautan dan bawah atmosfir), atau Biogeografi adalah Penyebaran tumbuh-tumbuhan dan binatang secara geografis di muka bumi.
Pada awalnya konsep biogeografi banyak mendapatkan kritik karena jarang sekali menyentuh faktor-faktor lingkungan alam lainnya dalam satu ekosistem dan faktor manusia dengan aktivitasnya terhadap terjadinya pola distribusi tumbuhan dan hewan tersebut. Hal ini kemudian dipandang sebagai satu kelemahan mendasar dari konsep biogeografi. Karena itu, dalam perkembangan selanjut­nya biogeografi mulai menyentuh faktor-faktor ekosistem dan kegiatan-kegiatan manusia untuk memahami pola distribusi organisme mahluk hidup (tumbuhan dan hewan) dalam suatu lingkungan geografi pada masa lalu dan pada saat ini. Bersamaan dengan perkembangan tersebut kemudian muncul istilah baru yang dikenal sebagai konsep Bioregion.
Bioregion Jawa Barat merupakan Kawasan/lingkungan fisik wilayah Jawa Barat yang pengelolaanya tidak ditentukan oleh batasan politik dan administrasi, tetapi oleh batasan geografi, komunitas manusia serta system ekologi. Dengan demikian, bioregion jugamempunyai pengertian ekoregion, yaitu pengelolaan kawasan yang didasarkan pada prioritas ekosistem dan habitat alami setempat.
Sosioantropologi diambil dari kata “Society/social’ (masyarakat) dan “Antropologi”. Antropologi adalah suatu ilmu yang memahami sifat-sifat semua jenis manusia secara lebih banyak. Studi antropologi selain untuk kepentingan pengembangan ilmu itu sendiri, di negara-negara yang telah membangun sangat diperlukan bagi pembuatan-pembuatan kebijakan dalam rangka pembangunan dan pengembangan masyarakat. Antropologi secara garis besar dipecah menjadi dua bagian, yaitu antropologi fisik/biologi dan antropologi budaya.
Dengan demikian Sosioantropologi adalah suatu ilmu yang mengkaji sifat-sifat dan hubungan antar masyarakat serta kebudayaannya.
Masyarakat (society) dan kebudayaan (culture) saling bergantung satu sama lain. Masyarakat tidak mungkin merupakan satu kesatuan fungsional tanpa kebudayaan. Demikian pula sebaliknya. Individu-individu hanya sebagai medium ekspresi kebudayaan dan melangsungkannya dengan pendidikan terhadap generasi berikutnya.

B. Pola/gaya hidup yang sesuai dengan karakteristik biogeografi
            Dulu, indonesia dikenal sebagai sebuah negri yang subur. Negri kepulauan yang membentang di sepanjang garis khatuliwistiwa yang ditafsirkan ibarat untaian zambrut berkilauan sehingga membuat penghuninya merasa tenang, nyaman, damai dan makmur.
Namun, seiring zaman indonesia tidak lagi nyaman untuk dihuni. Tanahnya jadi gersang dan tandusjika kita lihat dari tahun ke tahun indonesia hanya menuai bencana, banjir bandang, tanah longsor, tsunami, atau kekeringan. Untuk itu kita para penerus yang akan datang harus memiliki pola hidup yang sesuai dengan karakteristik biogeografi agar negri kita tetap subur, berikut contoh gaya hidup :

  1. Pola/Gaya Hidup yang sesuai :
·         Kebiasaan gotong royong
·         Kekeluargaaan
·         Hidup sederhana

  1. Pola/Gaya hidup yang tidak sesuai :
·         Biat tekor asal sohor
·         Individualistis
·         Membuang sampah dimana saja
·         Merusak fasilitas umum


Pembiasaan pola hidup yang sesuai dengan karateristik Biogeografi dan sosioantropologi
·         Membuang sampah pada tempatnya
·         Menangkap burung-burung untuk dibudidayakan
·         Menanam tanaman
·         Tidak membuang limbah sembarangan
·         Memelihara kebersihan lingkungan

C. keanekaragaman sumber daya alam
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.
Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun proses evolusi. Asal muasal kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa archaea, bakteri, protozoa, dan organisme uniseluler lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat, namun secara periodik dan eventual juga terjadi kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, iklim, dan luar angkasa.
Mensyukuri keanekaragaman sumber daya alam yang dimiliki oleh negara kita perlu kita laksanakan bukan hanya sebatas teori belaka yang digembar-gemborkan oleh para tokoh sosial ataupun pemerintah. Perlu penagaran dengan jelas dalam rangka menjaga sumber daya alam ini, sebelum kita menginjak pada pembahasan yang lebih jauh maka kita harus mengetahui beberapa sumber daya alam yang ada di Indonesia, yaitu sebagai berikut :
Sumber daya alam materi yang dimanfaatkannya adalah sumber materi tersebut.
1. SDA hayati ialah SDA yang berbentuk makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan.
2. SDA energi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah energi yang terkandung didalamnya.
3. SDA ruang yaitu ruang atau tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya.
4. SDA waktu adalah sumber daya alam yang tidak dapat berdiri sendiri tetapi terkait pemanfaatannya dengan sumber daya lain.
Kelima sumber daya alam di atas sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Sumber daya alam yang dimiliki oleh negara kita sanagt beraneka ragam yang terdiri dan berbagai sumber daya sumber daya alam yang dapt kita manfaatkan dan diantaranya adalah sebagai berikut :


1. Sumber Daya Alam Perairan
Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai perairan yang sangat luas. Di dalam laut yang luas itu terdapat sumber daya alam yang tidak ternilai harganya, bayangkan di dalam laut terkandung berbagai jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis. Laut bisa digunakan sebagai tempat budi daya laut rumput laut dan karang mutiara, air laut bisa diubah menjadi garam. Jauh di dasar laut terdapat berbagai tambang bahkan fenomena laut merupakan aset parawisata yang potensial. Lihatlah betapa besarnya potensi lautan dengan banyak ikan-ikan yang terjual di pasaran mungkin negara lain belum tentu dapat menyediakannya dan SDA (Sumber DayaAlam) perairan meliputi :

2. Perikanan
Laut kita banyak menyediakan ikan yang bagus dijaga kelestariannya artinya tidak merusak kekayaan yang terdapat didalamnya. Air yang terlampau hangat tidak ditumbuhi plankton yang menjadi makanan banyak ikan. Namun, air laut yan terlampau dingin pun tidak disukai. Tempat hidup yang sesuai adalah perairan tempat pertemuan arus hangat dan arus dingin, pertemuan arus hangat dan arus dingin ini disebut upwelling. Negara Indonesia mempunyai iklim yang stabil antara musim panas dan dingin dan upwelling dengan periode yang silih berganti (alternating), karena kenaikan air (upwelling) pada musim timur disusul oleh penenggelaman air permukaan (down upwelling) pada musim barat. Contoh, laut Banda Aceh, laut Arafuru, selat Makasar, laut Halmahera, laut Maluku, selat Jawa, serta akhir-akhir ini sampai pada utara Papua.

3. Pertambangan dan Energi
Beberapa sumber daya alam seperti, minyak, mineral dan logam berada di bawah laut, selain itu masih banyak kekayaan yang bisa dimanfaatkan air laut sekurang-kurangnya mengandung 80 unsur. Unsur tersebut antara lain unsurnya adalah uranium, mangan, karbon, belerang dan sebagainya. Unsur yang paling dominan adalah klorin dan natrium. Beberapa negara telah memanfaatkannya, seperti mendirikan pabrik ekstraksi uranium dan penambangan bentil mangan. Bukan hanya unsur-unsur mineral yang bisa dimanfaatkan bahkan air laut pun dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga gelombang. Air laut yang asin pun dapat dibuat menjadi tawar di pabrik penawaran air. Banyak sekali bukan kekayaan alam yang ada di laut?


4. Sumber Saya Alam di Wilayah Daratan
Daratan juga menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Daratan menyediakan tempat bagi kita untuk membangun tempat tinggal serta melakukan kegiatan untuk mencukupi kebutuhan sebagaian besar kebutuhan itu pun tersedia di daratan dan sumber daya alam yang tersedia di daratan antara lain :
Dari penjelasan tadi menggambarkan bahwa Indonesia itu adalah negara kaya akan sumber daya alam. Lalu bagaimanakah dengan sumber daya manusianya?
Dan pertanyaan di atas menunjukan objek negara yaitu ruang lingkup antropologi yang terdiri dari perilaku masyarakat dalam membina sumber daya alam tersebut. Disini sangat berperan penting adanya sumber daya manusia yang produktif dalam menjaga dan memelihara kekayaan negara. Jika kita berbicara dengan sumberdaya manusia pasti hubungannya tidak lain kecuali pendidikan dalam memupuk dan menciptakan generasi yang dapat memanfaatkan sumber kekayaan negara.
Perlunya kesadaran terhadap pendidikan dan menumbuhkan rasa nasionalisme yang berkepanjangan karena tanpa itu semua kita mudah dibodohi oleh pihak luar (eksternal) yang mungkin mengambil kekayaan negeri kita. Pengaruh kurangnya sumber daya manusia terhadap sumber daya alam adalah sebagai berikut :
Sumber daya alam menjadi bencana, contoh air menjadi banjir akibat peluapan karena sampah di sungai.
Mudahnya para pelacak kekayaan negara mengambil sumber daya alam tanpa bertanggungjawab.
Kualitas sumber daya alam tidak berkembang.
Stabilitas ekonomi terhambat.
Inflasi meningkat yang menyebabkan terjadi kelaparan di mana-mana.
Dan hal di atas begitu pentingnya pendidikan dalam mengisi jiwa para genarasi muda dengan ilmu pengetahuan dalam memelihara kekayaan negara.
Memasuki abad ke-21 pendidikanindonesia dalam Era Globalisasi sekarangini,banyak ketinggalan di banding negara-negara maju seperti Amerika serikat yang merupkan negara nomor satu di dunia.ketinggalan ini dapat kita rasakan dalam arus kehidupan ini yang terus berubah mengikuti zaman.