This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 12 Juni 2012

Baterai Kentang


Pembuatan Baterai Kentang di bimbing oleh bu Zaimul
Pembuatan oleh : Mirrah N, Nur H, Rasti R, Rendy Y, Sri R.

1.Hancurkan kentang yang telah di rebus

2. Buka pembungkus baterai

3. Keluarkan isi (pasta yang bewarna hitam) baterai, hati-hati jangan sampai batang karbonnya ikut terbuang.
4. Isi baterai yang telah di keluarkan pastanya dengan kentang
5. Baterai siap di uji








Sabtu, 09 Juni 2012

Pergerakan Kalor Melalui Fluida



 Dipraktekkan Oleh :
- Diva L
- Dini H
- Rossianah
- Suparman
- Vina H
- M Fakhri

Tempat dan Tanggal:
SMAN 1 Ciampea (25/04/2012)

Guru pembimbing :
Bu Zaimul

Energi Termal suatu benda adalah jumlah seluruh energy potensial dan energy kinetic dari pertikel-partikel penyusun benda. Kalor adalah perpindahan energy termal dari benda berenergi termal tinggi ke benda berenergi termal lebih rendah. Dengan kata lain, energy termal dipindahkan dari benda panas kebenda yang lebih dingin. Ketika fluida menjadi hangat dengan cara menyerap panas, energy termalnya meningkat, sehingga energy kinetic dari partikel-partikelnya juga meningkat. Hal ini menyebabkan partikel-partikel tersebut menyebar (bergerak memisah lebih jauh sehingga menyebabkan volumenya membesar), sehingga kerapatannya berkurang. Begitu juga dengan air panas berwarna, yang memiliki kerapatan yang lebih rendah dari pada air dingin di dalam stoples.
        Ketika dituang kedalam toples, momentum (nilai yang menggambarkan besarnya gerak yang dimiliki oleh suatu benda) air panas berwarna membawa air panas tersebut kebawah permukaan air dingin. Namun sebagianbesar air panas yang berwarna tersebut kemudian naik lagi keatas air dingin tersebut karena kerapatan air panas tersebut lebih rendah. Semakin besar perbedaan suhu air semakin besar perbedaan kerapatannya.
        Ketika air panas berwarna mendingin, suhunya turun dan pada akhirnya semua air bercampur. Ketika seluruh air bersuhu sama, air yang berwarna tidak lagi bergerak naik atau turun, melainkan menyebar, yang disebabkan oleh difusi (pergerakan fluida yang disebabkan karena gerakan molekul). Gerakan naik turun yang dialami fluida di sebabkan oleh perbedaan antara kerapatannya dan kerapatan disekitar fluida menghasilkan arus konveksi. Konveksi adalah proses perpindahan kalor dari suatu tempat ketempat yang lain oleh pergerakan fluida itu sendiri. Konveksi alami adalah pergerakan fluida yang disebabkan oleh perbedaan suhu. Perbedaan suhu menyebabkan kerapatan suatu tempat didalam fluida berbeda dengankerapatan suatu tempat didalam fluida yang lain. Konveksi paksa adalah penggunaan peralatan eksternal, seperti kipas angin, untuk menimbulkan perpindahan kalor dari suatu tempat ketempat lain oleh pergerakan fluida itu sendiri.

Alat dan Bahan

1)      Stoples berukuran 1 liter
2)      Air keran Panas dan Dingin
3)      4 atau 5 balok es batu
4)      Sendok
5)      Cangkir kopi
6)      Pewarna makanan
7)      Pipet

Cara Kerja

1)      Isi stoples dengan air dingin hingga setengahnya.
2)      Tambahkan balok-balok es kedalam stoples berisi air.
3)      Gunakan sendok untuk mengaduk campuran es dan air untuk mendinginkan air, kemudian pindahkan es yang tidak larut.
4)      Isi cangkir dengan seperempat penuh air panas.
5)      Tambahkan 10 tetes atau lebih pewarna makan kedalam air panas (aduk).
6)      Isi pipet dengan air panas yang berwarna.
7)      Letakkan ujung pipet dibagian dalam stoples sekitar 2,5 cm diatas air. Sambil mengamati dari sisi luar stoples, pencet pipet dengan perlahan-lahan sehingga air menetes turun kedalam air dingin.
8)      Ulangi langkah 7 sebanyak 4 kali.
9)      Amati isi stoples secara periodic selama 10 menit atau sampai tidak ada peruabahan lagi yang terlihat.
 
tuangkan pewarna pada air dingin



Kesimpulan
Sebagian air berwarna hijau sedikit tenggelam didalam air dingin, sementara sebagian lagi bergerak menyebar dipermukaan air. Sebagian besar air berwarna biru yang tenggelam didalam air dingin dengan sangat cepat bergerak naik kembali dan bergabung dengan air berwarna lain yang berada diatas dan didekat permukaan air dingin. Setelah beberapa waktu, air berwarna hijau tenggelam seluruh air menjadi berwarna hijau muda.

Massa jenis


Dipraktekkan oleh :
- Anggi N F
- Intan P P
- Ria M
- Rossa A
- Tri Y L
- Yaesi A E

Tanggal                  :
 16/05/2012

Guru pembimbing  : 
Bu Zaimul  

     Berdasarkan Hukum Archimedes, sebuah benda yang tercelup ke dalam zat cair akan mengalami dua gaya, yaitu gaya gravitasi atau gaya berat (W) dan gaya ke atas (Fa) dari zat cair itu. oleh karena itu kami melakuan percobaan ini untuk membuktikan hal tersebut.

Peristiwa Mengapung, Melayang dan Tenggelam
Tujuan : Mengetahui bagaimana suatu benda dapat Mengapung, Melayang dan Tenggelam dalam air

Alat dan Bahan :

  1. Gelas bening
  2. Air
  3. 3 butir telur
  4. Garam dan Cuka


Cara Kerja :
  1. Isi gelas bening dengan air lalu masukan telur
  2. Setelah itu masukan garam dan cuka kedalam air sehingga menjadi larutan garam
  3. Kami amati telur yang berada daam garam tersebut
  4. Tambah garam dan cuka sedikit demi sedikit sampai telur mengambang 
 

ANALISIS : Setelah kita melakukan percobaan diatas. Terjadi perubahan pada telur saat air sesudah dan sebelum diberi garam dan cuka. Ternyata telur saat berada pada air murni, telur itu tenggelam. Ini diakibatkan karena massa air < massa telur. Tetapi saat telur berada dalam larutan garam, cuka, telur tersebut lama kelamaan melayang dan naik kepermukaan larutan. Mengapa demikian ?
Dengan menggunakan rumus Archimedes
ρ =  m / v dan w = m x g
Maka dengan menambahkan garam dan cuka ke dalam air tersebut, berarti kita menambahkan sejumlah massa ke dalam air. Karena garam larut di dalam air dan volume airnya tetap, massa jenis air sekarang menjadi lebih besar daripada keadaannya semula. Selain itu, penambahan garam juga berarti mengubah berat air. Tetapi berat telur tidak berubah. Semakin banyak garam yang dimasukkan ke dalam air, massa jenis air menjadi semakin besar. Densitasnya semakin besar, begitu pun beratnya. Akibatnya Air bergaram ini menjadi "semakin berat dan tenggelam". Tak hanya lebih berat daripada air-segar, namun juga lebih berat daripada telur. Kondisi inilah yang mengakibatkan sang telur "terdorong" ke atas ... ke atas ... ke atas ... dan akhirnya mengapung. Tak hanya mengambang.